JURNAL 2

Tema              : Pengaruh partisipasi anggota koperasi

Masalah          : Adakah pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha (SHU) di

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis ?

Judul              : Pengaruh Partisipasi Anggota Koperasi Terhadap Sisa Hassil Usaha Di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis ?

Pengarag        : Agus Taufik Ismail

Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Tahun             :2007

Latar Belakang Masalah

 

Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1 menyatakan bahwa

“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas

kekeluargaan”. Bangun perusahaan yang sesuai dengan pernyataan tersebut

adalah koperasi.

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang

atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan

prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas

asas kekeluargaan ( UU No 25 tahun 1992 pasal 1 ayat (1) ). Asas

kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia

untuk bekerja sama dalam koperasi.

Koperasi Indonesia bertujuan untuk memajukan kesejahteraan

anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut

membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan

masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD

1945 ( UU No 25 tahun 1992 pasal 3). Penjabaran dari tujuan koperasi

tersebut, tiap koperasi mempunyai tujuan tersendiri yang tercantum dalam

Anggaran Dasar masing-masing koperasi dimana tujuan ini dirumuskan

berdasarkan kepentingan dan kebutuhan anggotanya dan sesuai dengan

bidang usaha koperasi. Tujuan koperasi yang tercantum dalam anggaran

dasar kemudian dijabarkan lagi dalam tujuan – tujuan jangka pendek

(1 tahun). Tujuan jangka pendek ini biasanya dirumuskan dalam bentuk

rencana–rencana yang meliputi rencana kerja maupun rencana anggaran

pendapatan dan belanja koperasi. Rencana-rencana itu disusun dalam rapat

anggota. Rapat anggota koperasi minimal diadakan satu tahun sekali

sehingga disebut Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dalam RAT selain

menyususn rencana–rencana untuk tahun berikutnya juga mengesahkan

pertanggung jawaban pengurus atas pelaksanaan rencana-rencana tahun

sebelumnya.

Tujuan koperasi pada umumnya adalah untuk mensejahterakan

anggota. Oleh karena itu semua keputusan yang dihasilkan dalam RAT harus

didasarkan pada kepentingan anggota dan mendapat persetujuan dari

anggota. Laporan pertanggungjawaban pengurus atas pelaksanaan rencana

koperasi tahun sebelumnya juga harus mendapat persetujuan dari anggota

agar laporan bisa dianggap sah.

Mengingat begitu pentingnya kedudukan anggota dalam RAT, maka

anggota koperasi diharapkan berpartisipasi aktif dalam RAT dengan cara

menghadirinya dan menggunakan hak suara yang dimiliki dengan sebaikbaiknya

untuk memberikan saran atau pendapat pada koperasi agar koperasi

dapat mencapai tujuannya dengan baik. Pencapaian rencana usaha koperasi

yang telah ditetapkan dalam RAT, maka koperasi harus dikelola sebaik

mungkin.

Pengelolaan koperasi yang baik membutuhkan modal. Modal

koperasi bisa berasal dari anggota maupun dari non anggota. Semakin besar

modal yang berasal dari anggota maka akan semakin baik karena ini berarti

koperasi dapat hidup dari biaya sendiri. Agar kebutuhan modal koperasi

dapat dipenuhi, dibutuhkan partisipasi anggota dalam permodalan. Bentuk

partisipasi anggota dalam permodalan dapat dilakukan dengan membayar

berbagai simpanan yang ada dalam koperasi yaitu simpanan pokok, simpanan

wajib dan simpanan sukarela secara teratur.

Adanya modal yang dimiliki kopersi, maka koperasi akan lebih

mudah memenuhi kebutuhan anggota dengan menyediakan berbagai jasa

pelayanan. Usaha koperasi dapat berkembang dengan anggota yang

hendaknya mau memanfaatkan jasa yang disediakan oleh koperasi.

Partisipasi anggota sangatlah perlu dalam perkembangan suatu

koperasi. Pertisipasi anggota meliputi berbagai bidang, yaitu partisipasi

dalam demokrasi ekonomi koperasi, modal dan dalam penggunaan jasa usaha

koperasi. Bidang demokrasi ekonomi koperasi, anggota berpartisipasi aktif

dalam setiap kegiatan pengambilan keputusan yang diselenggarakan melalui

rapat-rapat anggota maupun di luar rapat anggota. Bidang modal koperasi,

anggota koperasi aktif turut serta menanggung beban modal koperasi, hal itu

bisa dilakukan dengan membayar simpanan pokok, simpanan wajib, dan

simpanan sukarela. Bidang jasa usaha koperasi, anggota sebagai pengguna

dari setiap kegiatan usaha koperasi, di sini anggota koperasi sebagai

konsumen bahkan pelanggan dari kegiatan usaha koperasi. Dalam

berpartisipasi terhadap koperasinya dalam bidang jasa koperasi ,dengan cara

anggota sering menggunakan berbagai jasa atau unit usaha yang disediakan

oleh koperasinya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggota

sangat dibutuhkan dalam koperasi. Partisipasi anggota meliputi partisipasi

dalam demokrasi ekonomi koperasi, partisipasi dalam permodalan, dan

partisipasi dalam menggukan jasa koperasi.

Adanya partisipasi yang aktif dari para anggota koperasi diharapkan

akan dapat meningkatkan perolehan sisa hasil usaha (SHU). Perolahan sisa

hasil usaha (SHU) setiap tahun bagi koperasi menjadi sangat penting, karena

sebagian dari sisa hasil usaha (SHU) tersebut disisihkan sebagai cadangan

yang akan memperkuat koperasi itu sendiri.

Partisipasi yang aktif dari semua anggota koperasi terhadap semua

kegiatan koperasi diharapkan dapat memperoleh sisa hasil usaha (SHU) yang

dari tahun ke tahun terus meningkat. Sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh

koperasi merupakan salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menjadi

anggota koperasi tersebut dan akan mendorong anggota yang berpartisipasi

pasif menjadi anggota yang aktif. Hal itu disebabkan anggota yang

berpartisipasi aktif akan mendapatkan jasa yang lebih dari pembagian sisa

hasil usaha (SHU) koperai tersebut,

Koperasi sebagai salah satu badan usaha, koperasi harus mampu

memperoleh laba dan tidak menderita kerugian karena dengan perolehan

SHU yang tinggi maka modal koperasi akan semakin besar dan koperasi akan

semakin kuat. Partisipasi anggota yang aktif sangat diperlukan oleh koperasi

dalam setiap kegiatan usaha koperasi, sehingga sisa hasil usaha yang

diperoleh dapat mencapai target yang diinginkan.

Dari jenisnya Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

termasuk jenis koperasi fungsional dimana anggotanya mempunyai kesamaan

profesi dan kepentingan sebagai pegawai negeri. Begitu pula dengan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” anggotanya

pegawai negeri. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, TUMBAL merupakan kependekan

dari kata Bahasa Sunda Yaitu “Tarekah Urang Malar Bisa Aya Leuwihna”,

yang diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu Usaha Kita Supaya Bisa Ada

Sisanya.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang bertempat di Jalan Jendral

Sudirman No. 36 Ciamis. Berbadan hukum pada tanggal 14 Oktober 1997

dengan Nomor 579/BH/PHD/KWK.10/1997.

Kegiatan usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI ) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis meliputi usaha

simpan pinjam, usaha niaga/pertokoan, dan usaha jasa ( penginapan,

penyewaan lapangan Bulu Tangkis dan ruang rapat/resepsi. Untuk

memperlancar kegiatan usahanya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI )“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis bekerja sama

dengan instansi pemerintahan, yaitu Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan Organisasi PGRI.

Koperasi akan selalu berusaha untuk mensejahterakan anggotanya,

salah satunya melalui pembagian SHU pada anggotanya. Salah satu cara

untuk mensukseskan koperasi perlu adanya peran serta anggota pada

khususnya dan masyarakat pada umumnya. Peneliti berinisiatif untuk

melakukan penelitian di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Hal yang mendasari

peneliti melakukan penelitian di Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yaitu Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis yang relatif termasuk kota kecil perlu adanya

peran serta masyarakat terpelajar untuk mengembangkannya khususnya

dalam bidang koperasi. Sedangkan Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dari mulai

berdirinya yakni pada tanggal 15 Januari 1938 sampai sekarang jumlah

anggota sebanyak 703. Lamanya berdiri dan sampai sekarang masih bertahan

dengan jumlah anggota yang banyak merupakan daya tarik bagi peneliti

untuk melakukan penelitian pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis tersebut. Dengan

berbagai unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” dan mampu bertahan dalam waktu yang lama, seberapa

besarkah pengaruh partisipasi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” terhadap sisa hasil usaha (SHU).

Atas dasat pertimbangan yang telah dikemukanan, penulis

memberi judul “ Pengaruh Partisipasi Anggota Koperasi terhadap Sisa

Hasil Usaha Di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis”.

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka tujuan yang yang akan

dicapai dalam penelitian ini adalah :

a) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi anggota terhadap

sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

b) Untuk mengetahui seberapa besarkah pengaruh partisipasi anggota

terhadap sisa hasil usaha (SHU) di Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Metodologi

Metodologi berasal dari bahasa yunani “methodos” dan “logos”. Methodos

berarti cara, sedangkan logos berarti ilmu. Metodologi adalah ilmu tentang cara

mencapai tujuan tertentu, sedangkan penelitian menurut Sutrisno Hadi adalah

Reserch sebagai usaha menentukan, mengembangkan dan menguji kebenaran dan

pengetahuan, usaha mana dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah

(Sutrisno Hadi : 2000 : 14).

Dengan demikian yang dimaksud dengan metodologi penelitian disini

adalah suatu kegiatan untuk mengembangkan dan menguji kebenaran

pengetahuan dengan cara-cara ilmiah. Oleh karena itu, dalam meneliti harus

dilaksanakan secara cermat, tepat dan sistematis

A. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang dapat terdiri dari dari

manusia, benda-benda, hewan, tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau

peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam

suatu penelitian (Hadari Nawawi, 1993 : 4). Populasi adalah keseluruhan

subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 1996 : 115). Populasi dalam penelitian

ini adalah seluruh anggota KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis berjumlah 703 orang.

B. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan

cara-cara tertentu (Sudjana, 1992 : 161). Sampel adalah sebagian atau wakil

populasi yang diteliti. Apabila subyek yang digunakan kurang dari 100 dapat

diambil semua sehingga merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika

subyek besar dapat diambil antara 10 % -15 % atau 20 % – 25 % atau lebih

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 117 – 120).

Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan simple

random sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi dilakukan

secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut.(

Edhi Setiawan,2004 : 152).

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sample 10 % dari jumlah anggota

yang ada sehingga yang diambil sebanyak 70 anggota Koperasi Pegawai

Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis. Untuk lebih jelasnya perhitungan sampelnya yaitu

703 x 10 % = 70.3 (dibulatkan menjadi 70)

C. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitian :

1. Variabel bebas (X)

Variabel bebas (variabel yang mempengaruhi) merupakan variabel

perlakuan atau sengaja dimanipulasi untuk diketahui intensitasnya atau

pengaruhnya terhadap variabel terikat (Nana Sudjana, 1987 : 24).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi anggota KPRI

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.”

Indikator dari variabel partisipasi anggota adalah :

a. Partisipasi anggota dalam bidang demokrasi ekonomi koperasi.

Anggota ikut serta dalam hal demokrasi koperasi yaitu anggota

berpartisipasi aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan

koperasi. Hal itu bisa dilakukan dalam kegiatan rapat-rapat anggota

seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT) maupun di luar rapat anggota.

b. Partisipasi anggota dalam permodalan.

Setiap kegiatan usaha koperasi tidak lepas dengan modal usaha yang

bisa diperoleh dari anggota. Jadi partisipasi anggota koperasi dalam

permodalan yaitu anggota koperasi ikut menanggung modal usaha

koperasi, dengan cara : aktif dalam membayar simpanan pokok,

simpanan wajib, dan simpanan sukarela.

c. Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi.

Koperasi sebagai suatu usaha bersama, dari, oleh, dan untuk anggota

maka partisuipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi

sangatlah perlu. Partisipasi anggota dalam menggunakan jasa koperasi

yaitu anggota koperasi sebagai pemakai atau konsumen dari setiap

kegiatan usaha koperasi.

2. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sisa hasil usaha pada KPRI

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Sisa hasil usaha (SHU) merupakan jasa yang diterima oleh anggota atas

peran sertanya terhadap koperasi. Besarnya sisa hasil usaha (SHU) yang

diterima oleh anggotanya sebanding dengan partisipasi anggota tersebut

terhdapap koperasinya.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengambilan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan

data yang dilaksanakan secara sistematis dan dengan prosedur yang terstandar

(Suharsimi Arikunto, 1996 : 223). Metode lebih menekankan pada strategi,

proses dan pendekatan dalam memilih jenis, karakteristik, serta dimensi ruang

dan waktu dari data yang diperlukan (Nana Sudjana, 1987 : 52).

Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini :

  1. Metode angket atau kuesioner

Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang

digunakan dalam memperoleh informasi dari responden dalam arti

laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi 32

Arikunto, 1993 : 124). Dalam penelitian ini bentuk kuesioner atau angket

yang dipakai adalah bentuk angket tertutup yaitu angket yang sudah

disediakan alternatif jawaban sehingga responden tinggal memilih

alternatif jawaban yang tersedia. Dalam penelitian ini, metode angket

digunakan untuk mengambil data mengenai tingkat partisipasi anggota

KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis tahun 2003/2004.

  1. Metode dokumentasi

Metode dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data atau

informasi tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian dengan

jalan melihat kembali sumber tertulis yang lalu baik berupa angka atau

keterangan. (tulisan, paper, tempat, dan kertas atau orang) (Suharsimi

Arikunto, 1992 : 131).

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan

data mengenai laporan SHU KPRI “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

  1. Metode wawancara

Metode wawancara yaitu usaha mengumpulkan informasi dengan

menggunakan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara

lisan pula (Hadari Nawawi, 1993 : 133).

33

Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan

informasi guna melengkapi data yang diperoleh dari dokumen.

  1. Metode Observasi

Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah

melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai

instrumen. Format yang disusun berisi item – item tentang kejadian atau

tingkah laku yang digambarkan akan terjadi (Suharsimi Arikunto,2002 :

204). Metode ini digunakan untuk mengetahui secara langsung partisipasi

anggota koperasi terhadap koperasinya dalam berbagai unit usaha

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

E. Validitas dan Reliabilitas

  1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau

kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila dapat

mengungkapkan data dari variabel yang akan diteliti secara tepat.

Dalam penelitian ini, untuk menguji validitas instrumen peneliti

menggunakan validitas internal dengan analisis faktor yaitu suatu cara

untuk menguji validitas instrumen dengan mengkorelasikan skor faktor

tertentu dengan skor total, kemudian dikonsultasikan dengan tabel

signifikansi.

Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL”

  1. Letak geografis

Letak kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” berada

di jantung kota, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman No. 36, kurang lebih 300 m

sebelah barat dari alun – alun Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Letak kantor

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” sangat strategis karena berada

di pnggir jalan raya yang mudah dijangkau dengan semua jenis kendaraan dan juga

letaknya yang berada di pusat kota Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Hal ini

sangatah membantu jalannya kegiatan perkoperasian. Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” buka setiap hari kerja dari jam 8.00 sampai jam 14.00,

kecuali hari Jum’at sampai jam 11.00.

  1. Sejarah berdirinya Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” merupakan koperasi

pegawai negeri sipil yang berada di Kecamatan Ciamis, keanggotaannya adalah

guru – guru, karyawan pada sekolah dasar negeri, karyawan pada lingkungan

pendidikan Kecamatan Ciamis dan pensiunannya. Keanggotaannya yang sukarela

menjadikan tidak semua pegawai negeri di lingkungan Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan menjadi anggotanya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL”

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” termasuk dalam

koperasi simpan pinjam, unit usaha simpan pinjam sangat dominan sedangkan unit

usaha yang lainnya, unit usaha jasa dan niaga adalah sebagai perkembangannya.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” berdiri sejak zaman

penjajahan Belanda, yaitu pada tanggal 15 Januari 1936. manurut usianya maka

perkembangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” dapat

digolongkan menjadi tiga zaman, yaitu :

1. Zaman penjajahan Belanda

2. Zaman penjajahan Jepang

3. Zaman kemerdekaan – sekarang ini.

1. Za    man penjajahan Belanda

Akibat penjajahan Belanda yang berkepanjangan Bangsa Indonesia

sangat menderita terutama dibidang ekonomi. Penderitaan tersebut tidak

mengenal status masyarakat, semua mengalami penderitaan yang sama.

Sulitnya memenuhi kebutuhan hidup memancing timbulnya suatu

perkumpulan guru – guru SD ( dulu SR ) yang diprakarsai oleh orang –

orang yang relatif kuat ekonominya.

Adapun latar belakang terbentuknya Koperasi Pegawai Republik

Indonesia “TUMBAL” yaitu sulitnya pemenuhan kebutuhan pokok akibat

dari penjajahan. Walaupun tersedianya kebutuhan pokok, ketersediaanya

hanya terbatas. Pada saat itu Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” berusaha untuk menanggulangi hal tersebut.

Maksud dari berdirinya Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” seperti yang tercantum dalam akta pendirian Koperasi Pegawai

Republik Indonesia “TUMBAL” No. 579 DP 1938 Volksorietwezwn en

Coorperatie, pada pasal 2, yaitu :

  1. Supaya dapa hidup hemat, mau menyimpan uang, dan tolong menolong

apabila mendapat kesulitan

  1. Memberi pinjaman kepada para anggota untuk kepentingan yang ada

manfaatnya.

Kantor atau tempat untuk melaksanakan aktifitas pada mulanya

selalu berpindah – pindah karena belum mempunyai tempat. Pada tahun

1943 Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL” mempunyai kantor

sendiri yang menetap yang lokasinya sama dengan lokasi Koperasi Pegawai

Republik Indonesia “TUMBAL” saat ini.

2. Zaman penjajahan Jepang

Perkembangan perekonomian pada saat penjajahan Jepang

mengalami kemerosotan, begitu pula Koperasi Pegawai Republik Indonesia

“TUMBAL” kegiatannya berhenti walau tidak bubar, melainkan tetap ada

tanpa beroperasi. Hal ini disebabkan pada penjajahan Jepang, pihak penjajah

memperlakukan pribumi lebih kejam dan mengakibatkan kesengsaraan

melanda masyarakat, kebutuhan pokok lebih sulit didapatkan.

Kegiatan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “TUMBAL”

terhenti karena sulitnya mengadakan barang-barang kebutuhan pokok

yang diperlukan oleh para anggota seperti beras, gula, garam, gandum, dan

sebagainya. Sehingga untuk pengadaannya sangatlah susah. Kegiatan

perekonomian pada saat itu sangatlah menurun, hampir segala kegiatan

ditujukan untuk menyelamatkan jiwa akibat perang. Demikian juga usaha

simpan pinjam terhenti akibat kondisi yang tidak aman dan perekonomian

yang menurun.

3. Zaman kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia

medeka, dan sejak itulah Bangsa Indonesia mengatur sistem

perekonomian sendiri yang berdasarkan kekeluargaan dan

gotong royong. Sesuai dengan UUD pasal 3 ayat 1, yang

berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama

berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Maka koperasi sangat

tepat untuk melaksanakan sitem perekonomian Bangsa

Indonesia.

 

Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, data dianalisis, dan diadakan pengujian hipotesis,

maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Adanya pengaruh antara partisipasi anggota dengan sisa hasil usaha yang diperoleh

anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan

Ciamis Kabupaten Ciamis.

  1. Dari analisis statistik regresi linear sederharna diperoleh persamaan garis regresi

yaitu Y = – 9678,706 + 8754,933 X. Hal ini berariti bahwa, sisa hasil usaha (SHU)

efektif jika ada hubungan linear dengan partisipasi anggota lebih besar dari 1,1055.

Jadi apabila partisipasi anggota melewati angka 1,1055 maka sisa hasil usaha akan

mengalami kanaikan pula. Dari perhitungan efektifitas garis regresi dapat diketahui

bahwa sumbangan efektif yang diberikan oleh partisipasi anggota terhadap sisa hasil

usaha yang diperoleh anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis kabupaten Ciamis adalah sebesar 34,7 % dan yang

65,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terungkap dalam penelitian ini. Dari

hasil tersebut terlihat bahwa pengaruh partisipasi anggota terhadap sisa hasil usaha

yang didapat anggotanya relatif rendah. Besarnya sisa hasil usaha yang diperoleh

anggota koperasi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar anggota. Dari

hasil observasi di lapangan selama penelititan terlihat bahwa konsumen dari unit

usaha yang dijalankan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) ”TUMBAL”

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis adalah masyarakat umum di luar anggota,

kecuali unit usaha simpan pinjam. Dengan letak kantor dan unit usaha (niaga, gedung

olah raga/ gedung serba guna) yang strategis yaitu di pusat kota sehingga banyak

masyarakat luar sebagai konsumen dari unit usaha Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) ”TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Unit usaha

niaga yang berbentuk swalayan banyak di kunjungi oleh masyarakat dan anak – anak

sekolah di luar jam belajar, dengan harga yang relatif sama dengan harga pasaran.

Selain itu gedung serba guna / gedung olah raga selalu ramai digunakan khususnya

untuk latihan bulu tangkis khususnya di luar jam kantor, baik oleh keluarga, instansi,

ataupun klub bulu tangkis. Dengan hasil penelitian yang terungkap di atas

menunjukan bahwa partisipasi anggota pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia

(KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis masih rendah

 

 

 

Saran

Sebagai akhir dari pembahasan ini peneliti ingin memberikan sumbangan pikiran

berupa saran sebagai bahan masukan bagi pihak yang berkepentingan yaitu bagi anggota

dan Koperari Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis.

1. Bagi anggota koperasi

Hendaknya meningkatkan partisipasinnya terhadap Koperasi Pegawai Republik

Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Yang pada

akhirnya partisipasi anggota tersebut akan kembali juga pada anggota berupa hak

anggota dalam perolehan sisa hasil usaha (SHU). Partipasi tersebut bukan hanya pada

partisipasi dalam bidang modal dan jasa koperasi, namun bidang organisasi pula.

A. Dalam bidang domkrasi ekonomi koperasi

Meningkatkan semangat berkoperasi dengan cara aktif memberikan sumbangsih

pikiran berupa saran ataupun kritik terhadap koperasinya baik dalam forum rapat

maupun di luar forum rapat seperti memberikan saran lewat buku saran yang

telah disediakan oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

“TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

B. Dalam bidang modal

Anggota hendaknya selalu loyal terhadap simpanan wajib anggotanya dan

meningkatkan simpanan sukarelanya.

C. Dalam bidang jasa koperasi

Dalam bidang jasa koperasi hendaknya anggota sebagai pelanggan setia terhadap

semua jenis jasa koperasi, seperti unit simpan pinjam, unit usaha niaga, ataupun

yang lainnya.

2. Bagi Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis

Kabupaten Ciamis.

Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa partisipasi anggota terhadap Koperasi

Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “TUMBAL” Kecamatan Ciamis Kabupaten

Ciamis masih relatif rendah. Oleh karena itu perlu peran serta pihak koperasi untuk

meningkatkan kesadaran berkoperasi bagi anggotanya untuk meningkatkan

partisipasi anggota terhadap koperasinya. Hal tersebut bisa dengan cara :

1. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang organisasi yaitu dengan cara :

adanya penghargaan dari koperasi terhadap anggota yang berpartisipasi aktif

dalam bidang organisasi, hal ini akan memancing anggota untuk lebih

berpartisipasi dalam koperasinya.

2. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang modal dengan cara menaikan

suku bunga simpanan sehingga anggota lebih tertarik menyimpan uangnya pada

koperasinya

3. Meningkatkan partisipasi anggota dalam bidang jasa dengan cara :

  1. Menurunkan target laba dalam penjualan unit barang baik secara kontan

maupun kredit.

  1. Meningkatkan mutu pelayanan pengurus dan karyawan koperasi.