BAB 1 PENDAHULUAN

Tugas mata Kuliah Metode Riset

Nama    : Rizki Wibawa

NPM      : 11208089

Kelas     : 3EA10

LATAR BELAKANG MASALAH

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-perorangan atau

badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi

sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat dan sebagai suatu badan usaha mempunyai

peran dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, maju, sejahtera. Diharapkan

Koperasi dapat membangun dirinya sendiri agar kuat dan mandiri sehingga dapat

berperan sebagai soko guru perekonomian Indonesia.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan pada uraian di atas, maka permasalahanan dalam penelitian ini

adalah apakah partisipasi anggota mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Sisa

Hasil Usaha (SHU) Koperasi ?.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui partisipasi anggota Koperasi .

2. Untuk mengetahui besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi .

3. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU)

Koperasi.

BATASAN MASALAH

Anggota koperasi dituntut kesadarannya untuk

aktif dalam memenuhi kewajibannya, karena kesadaran dalam memenuhi hak dan

kewajiban anggota sangat diperlukan untuk pengembangan koperasi. Kesadaran yang

tinggi anggota itu dimanifestasikan dalam bentuk adanya partisipasi aktif anggota

koperasi yang diharapkan usaha yang dilaksanakan akan mendatangkan laba usaha.

Dengan laba usaha (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh setiap periode tahun buku yang

sebagian dicadangkan sebagai dana dan sebagian digunakan untuk memupuk modal

KERANGKA PEMIKIRAN

Pendapat mengenai definisi koperasi sebagaimana dikutip dalam situs

rullyindrawan.tripod.com dikemukakan Hanel oleh para pendukung pendekatan

esensialis, institusional, maupun nominalis. Sementara Abrahamsen menjelaskan

pendekatan esensialis, memandang koperasi atas dasar suatu daftar prinsip yang

membedakan koperasi dengan organisasi lainnya. Prinsip-prinsip ini di satu pihak

memuat sejumlah nilai, norma, serta tujuan nyata yang tidak harus sama ditemukan

pada semua koperasi. Dari pendekatan esensialis ini, International Cooperative Alliance

(ICA) dalam kutipan rullyindrawantripod.com (2003) telah merumuskan pengertian

koperasi atas dasar enam prinsip pokok, antara lain:

  1. Voluntary membership without restrictions as to race, political views  and religious beliefs;
  2. Democratic Control;
  3. Limited interest or no interest on shares of stock; Earnings to belong
  4. to members, and method of distribution to be decided by them;
  5. Education of members, advisors, employees, and the public at large;
  6. Cooperation among cooperatives on local, national, and international
  7. levels.

Koperasi tidak sama dengan Badan Hukum lainnya semacam Perseroan

Terbatas, Firma, CV atau juga dengan perusahaan perseorangan. Untuk itu Amin

Widjaja Tunggal (1995:3-4), telah menentukan ciri-ciri dari koperasi sebagai berikut:

  1. Perkumpulan orang
  2. Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal
  3. dibatasi
  4. Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki
  5. kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada
  6. umumnya.
  7. Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
  8. Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi
  9. keanggotaan pribadi dengan prinsip kebersamaan.
  10. 6. Dalam rapat anggota, tiap anggota masing-masing satu suara tanpa
  11. memperhatikan jumlah modal masing-masing.
  12. Setiap anggota bebas untuk masuk/keluar (anggota berganti) sehingga
  13. dalam koperasi tidak ada modal permanen.
  14. Seperti halnya perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
  15. maka Koperasi mempunyai Badan Hukum.
  16. Menjalankan suatu usaha
  17. Penanggungjawab koperasi adalah pengurus.
  18. Koperasi bukan kumpulan modal beberapa orang yang bertujuan
  19. mencari laba sebesar-besarnya.
  20. Koperasi adalah usaha bersama, kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  21. Setiap anggota berkewajiban bekerjasama untuk mencapai tujuan yaitu
  22. kesejahteraan para anggota.
  23. Kerugian dipikul bersama antara anggota. Jika koperasi menderita
  24. kerugian, maka para anggota memikul bersama. Anggota yang tidak
  25. mampu dibebaskan atas beban/tanggungan kerugian. Kerugian dipikul
  26. oleh anggota yang mampu.

Dari rincian tersebut jelas terdapat perbedaan yang sangat prinsip antara

koperasi dengan badan usaha lainnya. Badan usaha selain koperasi merupakan

kumpulan modal untuk diusahakan dalam rangkai mencari keuntungan sebanyakbanyaknya,

namun koperasi bukanlah perkumpulan modal dan tidak semata mencari

keuntungan yang sebanyak-banyaknya namun untuk kesejahteraan anggota, karena

keberadaan koperasi adalah berdasarkan atas azas kekeluargaan, dimana

kebersamaan anggota merupakan hal yang prinsip ada dalam koperasi.

Menurut Maman dalam kutipan rullyindarawan.tripod.com membedakan

koperasi dengan organisasi usaha non-koperasi, dengan melihat lima (5) hal yakni: (a)

sifat keanggotaan, (b) pembagian keuntungan, (c) hubungan personal antara organisasi

dan manajer, (d) keterlibatan pemerintah dalam penciptaan stabilitas dan operasi, dan

(e) hubungan organisasi dan masyarakat